"Pekerjaan besar tidak bisa diselesaikan dengan kekuatan, tetapi dengan kegigihan"

BKN X

Tuesday, May 25, 2010

HUT BKN Ke-62

Memperingati HUT Badan Kepegawaian Negara yang ke-62, yang jatuh tanggal 30 Mei 2010. Kantor Regional X Denpasar menyelenggarakan berbagai kegiatan mulai dari kejuaran Volly antar bidang sampai Bhakti Sosial yang merupakan acara inti dari tema HUT BKN tahun ini.

Perayaan ini dibuka oleh Bpk. Djujun Juarma selaku kepala kantor Regional X BKN pada tanggal 7 Mei 2010. Acara tahunan ini merupakan acara rutin yang diselenggakan guna membangkitkan kembali semangat kebersamaan, teamwork, serta sportivitas antar peserta, dan yang tidak kalah pentingnya adalah memperingati HUT BKN yang ke-62 dengan kegembiraan.

Perayaan ini nantinya akan ditutup dengan pembagian hadiah untuk para juara serta pementasan kesenian yang melibatkan seluruh bidang.

Wednesday, April 21, 2010

Hari Kartini


Apa artinya hidup ini bila tanpa kaummu….. engkau diciptakan memang dari tulung rusuk kaum ku, setitik kasihmu membuatku sayang
Seucap katamu membuatku percaya
Jadikan dirimu selayaknya matahari pagi….
Pijarnya Mengantar hangat, cercah cahayanya Mengisi isi seluruh tempat dan hadirnya menyerukan semangat…..!
Untuk kemajuan bersama…..
Selamat Hari Kartini……
Buat wanita hebatku.

Review from the best greeting message

Thursday, April 8, 2010

BKN Motor Penggerak Reformasi Birokrasi

Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Lembaga Administrasi Negara (LAN) mutlak menjadi motor penggerak reformasi birokrasi. Hal ini diungkapkan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi E.E. Mangindaan saat melakukan kunjungan kerja ke BKN. Dalam kunjungan kerja tersebut, Menteri memaparkan mengenai reformasi birokrasi dihadapan kepala BKN Edy TopoAshari. wakil Kepala BKN Eko SUtrisno. Para Pejabat eselon I, II dan III BKN serta senior Adviser of Australian Public Service Comission (APSC) Mark Kilner di Aula Gedung I Lantai 5 Kantor BKN Pusat.

E.E. Mangindaan menambahkan tantangan reformasi birokrasi ke depan akan sejalan dengan deret ukur bukan deret hitung. oleh karena itu memerlukan sumber daya manusia (SDM) aparatur yang bisa berpikir dan bergerak lebih cepat dari tantangan itu sendiri. Hal ini harus diimbangi dengan information technology (IT) dan pendidikan di bidang kepegawaian yang memadai. Lebih lanjut E.E. Mangindaan menjelaskan bahwa dalam 11 prioritas pemerintahan SBY, reformasi birokrasi berada di urutan pertama. "jika reformasi birokrasi tidak berjalan, maka kesepuluh prioritas berikutnya juga tidak akan bisa berjalan." ungkap E.E. Mangindaan.

"Dalam road map reformasi birokrasi bidang penataan SDM aparatur, peran BKN dan LAN sangat dominan," imbuhnya, sementara itu, Edy Topo Ashari menyampaikan bahwa BKN akan selalu berinovasi dalam penyempurnaan layanan. Diantara beberapa inovasi BKN yakni Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian (SAPK).

NB : based on Buletin BKN XIth edition, february 2010 page 9

Wednesday, March 10, 2010

The Day of Silence

Hari Raya Nyepi (The Day of Silence) bisa menjadi saat untuk refleksi diri tentang perjalanan hidup setiap orang.
Tujuan utama Hari Raya Nyepi adalah memohon ke hadapan Tuhan Yang Mahaesa, untuk menyucikan Buwana Alit (alam manusia) dan Buwana Agung (alam semesta)


Bisa kita bayangkan di tahun baru yang identik dengan perayaan yang amat meriah dan besar-besaran tapi tidak begitu yang terjadi di Bali. Pada hari Nyepi semua aktivitas , termasuk kegiatan ekonomi di Bali rehat untuk sementara selama sehari, jalan-jalan sepi kecuali pecalang (penjaga keamanan tradisional di bali). Bahkan Bandara Internasional Ngurah Rai juga tidak beroperasi.

Sehari setelah Nyepi disebut “Ngembak Geni“, yaitu hari dimana kita saling berkunjung, bersilaturahmi dan bermaaf-maafan

"SELAMAT HARI RAYA NYEPI 1932 CAKA"

Tuesday, March 2, 2010

Melaspas

Pada tanggal 1 Maret 2010 telah diadakan upacara untuk gedung baru Kantor Regional X Badan Kepegawaian Negara di Denpasar yang berlokasi di Jl. bypass Ngurah Rai, berikut ulasan dari tim dokumantasi Kanreg X yang meliput Upacara tersebut.

”Melaspas” adalah upacara peresmian secara ritual yang dilakukan atas bangunan baru yang selesai dibangun.
Justify Full


Adapun makna dari upacara ”melaspas” ini adalah untuk membersihkan bangunan yang baru selesai dibangun dari pengaruh buruk yang mungkin terjadi selama masa persiapan, pengumpulan bahan-bahan, dan juga selama masa menggarap bangunan tersebut.

Selain itu upacara ”melaspas” juga mengandung makna untuk menghidupkan bangunan tersebut sehingga dapat berfungsi sesuai dengan tempat dan kedudukannya. Melalui upacara melaspas, diharapkan seluruh bangunan yang dipakai telah mampu mengubah status dari yang namanya batu, batu bata, semen, kayu serta bahan bangunan lainnya menjadi bangunan dapur atau bangunan lainnya.

Dalam rangkaian upacara melaspas, juga memohon kepada Hyang Widhi Wasa—Tuhan Yang Mahaesa, untuk berkenan memberikan kekuatan sekaligus berkenan menjadikan bangunan yang dipelaspas sebagai dapur yang memberikan kesejahteraan.

”Pada intinya upacara ”melaspas” berfungsi membersihkan dan memohon kepada Ida Hyang Widhi Wasa untuk memberikan kekuatan pada bangunan yang dipelaspas agar dapat berfungsi seperti yang diharapkan.

 
***Pertanyaan mengenai masalah Kepegawaian silahkan langsung hubungi c/p kami pada kolom YM di sebelah kanan halaman utama blog ini***